join venture kerjasama bisnisSebagian besar keberhasilan bisnis (terutama bisnis saya), hasil penjualan dan networking yang telah terbangun adalah berkat Join Venture yang saya lakukan dengan beberapa mitra di internet. Tanpa mereka, bisnis saya di internet tidak akan mungkin bisa berjalan sejauh ini. Saya berfikir mungkin bisnis saya ini akan “gulung tikar” beberapa bulan lalu jika tidak ada para mitra kerja saya dalam Join Venture tersebut.

Saat awal sungguh sangatlah tidak mudah untuk kita menjalin kerjasama dengan orang lain melalui Join Venture. Pada awal mulai membentuk kerjasama tersebut saya seringkali menerima kata “penolakan” setiap kali saya mencoba untuk menawarkan kerjasama dalam bentuk Join Venture. Tak seorang pun ingin bekerja dengan orang yang “bukan siapa-siapa” seperti saya waktu itu. Saya merasa sangat tertekan dan benci atas penolakan-penolakan tersebut. Banyak alasan yang menyebabkannya, antara lain adalah karena saya “tidak mereka kenal”.

Anda tahu bagaimana kondisi saya saat itu…?

Dalam titik ini saya merasa telah gagal dalam bidang Network Marketing. Namun (mungkin) bukan hal yang luar biasa jika saya terus berusaha mencari dan menjalin kerjasama dengan berbagai orang dan pelaku bisnis di internet, karena memang seperti itulah seharusnya. Saya sangat yakin bahwa jika saya sukses melakukan Join Venture maka itu akan berarti besar bagi bisnis saya nantinya. Dan jika saya hanya tinggal diam dan melakukan kegiatan bisnis ini sendirian, maka mungkin bisnis saya akan mati. :(

Jika Anda pernah atau telah menghadapi penolakan secara terus-menerus saat melakukan Join Venture seperti yang saya alami. Usul saya cobalah untuk mulai instropeksi diri, dan mulai belajar untuk melihat diri kita dari sudut pandang orang lain yang ingin kita ajak kerjasama. Karena pada dasarnya kesuksesan membangun kerjasama dalam sebuah Join Venture tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita miliki, namun juga ditentukan oleh apa yang dipandang oleh orang lain terhadap kita, atau apa yang orang lain inginkan atas diri kita. Jangan sampai anda gagal dalam usaha-usaha anda membangun kerjasama, yang disebabkan oleh anda sendiri.

Saya pernah mendapatkan beberapa tawaran Join Venture, dan mereka berusaha menjalin kerjasama dengan saya dengan beberapa cara/pendekatan. Namun dari apa yang saya rasakan dan saya amati dari mereka, saya mendapatkan beberapa kesalahan besar yang mereka lakukan… ini menurut saya lho :) . Sehingga membuat saya merasa bahwa lebih baik saya menolak tawaran Join Venture dari mereka.

Apa yang mereka lakukan dalam usaha menjalin kerjasama tersebut saya rasa “begitu fatal” untuk dilakukan ?

Berikut adalah 9 kesalahan paling umum saya yang saya temui dan sering dilakukan saat seseorang memulai Join Venture. Jika Anda melakukan hal ini sekarang dalam pendekatan Join Venture Anda, maka hentikan sekarang!

1. Melakukan Join Venture saat calon Partner kita sedang sibuk.

Pada saat kita menawarkan sebuah kerjasama pastinya kita akan menghubungi dulu orang tersebut dan menjelaskan maksut kita, sebelum berbicara masalah kesepakatan kerjasamanya. Dengan menghubunginya tersebut maka kita akan tahu apa kesibukan calon partner kita tersebut. Bila ia mengatakan bahwa ia sedang memiliki kesibukan tertentu atau tengah konsentrasi untuk suatu kegiatannya, maka jangan sekali-kali memaksa atau mendorong dia untuk mau bekerjasama dengan anda saat itu juga. Meski ia mengatakan bahwa ia tertarik dengan kerjasa yang anda tawarkan. Lebih baik menunggunya sampai tidak sibuk, karena bila bekerjasama dengan orang yang sibuk dengan kegiatannya sendiri juga tidak akan memberikan keuntungan berarti bagi kita.

Saya pernah mendapatkan email tawaran Join Venture disaat saya tengah sibuknya menyusun materi untuk produk Formula Harta Virtual (FHV), jadi ya dengan berat hati tawaran tersebut saya tangguhkan dulu. :)

2. Tidak ada yang berharga untuk ditawarkan.

Jika ia melihat bahwa anda tidak memiliki sesuatu yang lebih berharga, atau nilai timbal balik yang lebih baik baginya. Maka sudah cukup alasan baginya untuk menolak tawaran anda. Untuk itu persiapkan diri anda dan milikilah nilai lebih untuk anda tawarkan, baik dalam hal produk maupun “branding name” yang anda miliki.

Pernahkah anda ditawari sebuah produk “kurang bermutu” untuk dilakukan kerjasama dalam pemasarannya… saya pernah mengalaminya, sebuah produk yang justru kalau di saya… saya jadikan produk Bonus (alias tidak saya jual).

3. Mengajak kerjasama dengan batas waktu singkat.

Saya pernah mendapatkan ajakan untuk kerjasama dengan seseorang yang akan segera melounching produknya yang membahas tentang Facebook Marketing. Produk yang sangat bagus saya kira (karena saya memang mengyukainya), namun anda tahu apa yang terjadi?. Saya terpaksa menolak tawaran Join Venture tersebut karena ia menetapkan batas waktu yang sangat singkat untuk saya, karena ia berfikir bahwa produknya harus segera lounching pada tanggal yang ia tentukan.

4. Tidak dalam Niche yang sama.

Saya juga pernah mendapatkan tawaran kerjasama yang terasa “aneh” bagi saya kalau saya menerimanaya. Yakni kerjasama pemasaran produk yang berbeda Niche atau berbeda Pasar dengan bisnis yang saya jalankan. Katakanlah saya sekarang bergerak di bidang Cara Membangun Bisnis Online di Internet, atau dibidang Teknik Promosi Online. Namun saya mendapat tawaran kerjasama dengan produk berupa Cara belajar bahasa Mandarin, Video Music, bahkan Teknik Berkebun.

Jujur… sebaiknya jangan ambil resiko dengan menerima tawaran seperti itu, pilihlah tawaran kerjasama yang Niche-nya sesuai dengan bisnis anda. Karena itu akan lebih mudah bagi anda. :)

5. Pendekatan “Me First!”.

Ini adalah jenis pendekatan dalam Join Venture yang paling umum saya temui, dan sebenarnya juga yang paling tidak efektif jika kita lakukan. Kadang dalam menjalin kerjasama kita sering berfikir bahwa kalau bisa “akulah yang harus didahulukan”, “bagaimana biar aku untung dulu..baru kamu juga untung“, atau “aku harus mendapatkan keuntungan lebih besar darimu”, atau juga kita berfikir “Ikutilah aturanku… maka kita bisa bekerjasama”.

Ingatlah… jika anda adalah orang yang menawarkan kerjasama, maka jangan sekali-kali melakukan hal diatas. Jangan egois dengan tujuan anda… karena orang yang anda hadapi pastinya juga punya pemikiran sama dengan anda. Jadi cobalah kasih penawaran yang fleksibel dan fair. Kalau perlu berikan keuntungan lebih besar padanya daripada keuntungan anda.

6. Kau bukan siapa-siapa.

Pastinya banyak pemula dalam bisnis Internet akan benci mendengar ini. Tapi ini perlu diakui… Bahwa seseorang akan lebih memilih bekerjasama dengan orang yang sudah memiliki “branding name” yang bagus daripada harus bekerjasama dengan orang yang “belum dikenal”. Untuk itu sebaiknya anda berusaha membangun “nama baik” dulu dalam awal karir bisnis online anda. Baru setelah itu coba bangun kerjasama dengan orang lain. Jika “branding name” yang bagus telah anda miliki, maka anda akan begitu mudah mengajak orang untuk melakukan Join Venture semudah berlari menuruni bukit.

7. Menunjukkan tanda-tanda putus asa dan rendah diri.

Ini adalah pendekatan Join Venture yang juga sering dilakukan sampai saat ini, dan juga salah satu yang sebaiknya tidak anda lakukan. Saya menerima cukup banyak email penawaran Join Venture dengan isi emailnya bernada “Tolong bantu saya mempromosikan produk saya. Tolong bantu untuk mempromosikan produk saya yang mengajarkan orang bagaimana mendapatkan $1.000 per bulan menggunakan sistem bla..bla..bla..bla”. Terasa ironis bukan..?

Orang tidak akan mau membangun kerjasama atas dasar kasihan. Ini dunia bisnis sobat… bukan dunia sosial. Jadi sebaiknya tunjukkan penawaran yang menggambarkan keuntungan apa yang akan diperoleh kedua belah pihak jika kerjasama tersebut terjalin.

8. Surat penjualan di website yang buruk.

Laku tidaknya sebuah produk yang kita jual juga ditentukan oleh Surat Penjualan (sales letter) yang ada di website kita. Jika anda mendapatkan tawaran kerjasama untuk menjual suatu produk, maka sebaiknya anda perhatikan juga isi Sales Letter di website yang menjual produk tersebut. Jika sales letter terasa “kurang mampu menjual”, maka sebaiknya anda berfikir ulang untuk menerima tawaran kerjasa tersebut.

9. Terlalu menuntut banyak

Janganlah terlalu memiliki tuntutan yang banyak terhadap partner kerjasama anda. Meski tujuan Join Venture salah satunya adalah untuk meningkatkan keuntungan, namun sebaiknya anda tidak menaruh harapan tinggi pada orang yang anda ajak kerjasama. Sebaiknya anda juga tetap menjalan usaha-usaha anda sendiri dengan baik. Biarkan orang lain bekerja untuk anda sesuai kemampuan mereka, dan anda tetaplah bekerja untuk diri anda sendiri.

OK… Itulah 9 bentuk kesalahan yang sering saya lihat dan mungkin juga masih sering dilakukan oleh pelaku bisnis online, khususnya pemula. Seperti yang saya katakan diatas, jika anda pernah melakukan salah satunya.. maka segera hentikan!. Dan mulai cara baru yang lebih efektif dan kreatif. :)

Semoga postingan ini bermanfaat bagi anda. Mungkin masih ada bentuk kesalahan lain yang belum disebutkan disini, jika anda mengetahuinya silahkan tuangkan dalam kolom komentar, dan mari kita diskusikan bersama dengan yang lain.

Pasti Bermanfaat… Keep ACTION!

maghfur amin di facebook

Silahkan Baca Juga :

Anda suka artikel ini ? Bagikan ke teman-teman anda di :

Tagged: bisnis onlinebrandingJoin venturekerjasamakerjasama bisniskesalahanmemulai kerjasamanetwork marketing